Contoh Cerpen Nasionalisme – Benderaku Yang Hilang

Benderaku Yang Hilang

Bendera merah putih adalah simbol negara Indonesia dan sangat dihormati oleh rakyat Indonesia. Bahkan untuk membangkitkan sangsaka merah dan putih, banyak jiwa telah diubah, banyak istri telah menjadi janda dan anak-anak menjadi yatim piatu. Pertempuran ada di mana-mana hanya untuk tujuan menerbangkan sangsaka merah dan putih, kain yang memiliki ribuan makna di baliknya.

Setelah bertahun-tahun merdeka, Indonesia kini dapat dengan mudah mengibarkan benderanya. Hari yang paling saya tunggu adalah hari ketika semua orang Indonesia datang bersama untuk menghormati sangsaka merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Setiap 17 Agustus saya selalu bersukacita dan merasakan identitas saya bersatu kembali dengan saya.

Tetapi saya merasa bahwa bendera saya telah hilang sejak saya masih di sekolah menengah, saya tidak lagi menemukan bendera saya bahkan di tiang di mana sangsaka mengambang merah dan putih sekarang tampak sepi dan semakin ditinggalkan.

Saya benar-benar ingin menghormati bendera saya dan menyanyikan lagu Indonesia yang bagus sebagai bukti bahwa saya menghargai para pejuang sebelumnya dalam mendapatkan kemerdekaan bagi rakyat Indonesia. Saya tidak tahu mengapa sekolah saya tidak lagi mengadakan upacara bendera pada hari Senin pagi, saya merasakan perubahan karena perubahan pada saya. Saya kehilangan identitas saya, kehilangan bangsa saya, kehilangan negara saya. Terkadang saya bertanya kepada guru saya mengapa mereka tidak lagi mengadakan upacara bendera, tetapi tidak ada yang bisa menjawab. Mereka mengabaikan saya dan membiarkan saya menjawab sendiri.

Sampai akhirnya saya meninggalkan masa SMA saya dan berharap bahwa di perguruan tinggi saya akan dapat menemukan bendera saya dan berbicara lagu-lagu Indonesia dengan keras, sungguh tangan ini belum dapat bersabar dalam menghormati bendera merah putih sangsaka yang saya miliki. sangat bangga.

Tetapi sayangnya seribu kali sayang keinginan saya seolah-olah saya harus menghapus gelombang besar saya tidak menemukan bendera saya, saya bahkan tidak melihatnya berkibar, saya kehilangan identitas saya.

Bendera sangsaka merah dan putih saya hanya dapat ditemukan pada 17 Agustus setahun sekali. Bahkan pemandu saya hilang, saya kehilangan nasionalisme saya. Sekarang saya remaja tanpa identitas.

Sumber : Contoh cerpen