Efek Samping Minum Rum dan Manfaatnya

mcoin.co.id – Aka alkohol, ada banyak jenis alkohol, tergantung cara pembuatannya. Anda mungkin sudah lebih tahu tentang bir, anggur, anggur, wiski atau vodka. Bagaimana dengan rum? Mari kita masuk ke rum, dimulai dengan cara membuatnya berdampak pada tubuh.

Rum adalah minuman yang difermentasi dengan gula

Rum adalah minuman beralkohol yang disuling dari jus tebu, khususnya molase. Di Indonesia, molase dalam bentuk cairan hitam pekat disebut molase.

Diperkirakan rum sudah ada selama ribuan tahun. Sejarah melaporkan bahwa proses penyulingan molase pertama kali dilakukan pada abad ke-17 oleh seorang pekerja perkebunan tebu di Karibia Finlandia.

Awalnya, molase dianggap sebagai limbah, sehingga produk sampingan tebu dibuang di laut. Namun, pekerja perkebunan menikmati fermentasi molase sampai menjadi minuman beralkohol.

Minuman ini, difermentasi dengan molase, telah diproduksi secara luas di seluruh dunia. Rum tidak hanya diminum langsung, tetapi juga dapat digunakan sebagai campuran makanan dan minuman yang berbeda. Mulai dari koktail, es krim, dan kue.
Proses menciptakan rum

Bahan dasar untuk rum adalah tetes tebu, air dan ragi. Ketiganya dicampur dan difermentasi bersama dalam tong kayu besar.

Ragi termasuk dalam proum sehingga jamur mengkonsumsi gula untuk menghasilkan alkohol, panas dan karbon dioksida. Selain itu, ragi juga akan memicu reaksi kimia untuk menghasilkan senyawa seperti aldehida, ester dan asam. Ketiga senyawa ini menciptakan rasa rum yang kaya dan menentukan.

Secara umum, rasa spesifik rum ditentukan oleh jenis ragi yang akan difermentasi, metode distilasi, lama fermentasi dan campuran yang digunakan. Proses fermentasi yang panjang dan lambat akan menghasilkan rum lebih tebal dan lebih asam, karena bakteri lain yang terkontaminasi juga akan memiliki waktu produksi yang lebih lama.

Biasanya, proses fermentasi ini bisa memakan waktu hingga 24 ham atau lebih dari dua minggu.
Jenis rum

Secara umum, rum ada banyak jenis. Konten alkohol juga bervariasi dari jenis ke jenis.

Namun, rum yang paling terkenal adalah rum putih dan rum hitam (gelap). Rum putih cenderung memiliki kandungan alkohol lebih rendah daripada rum hitam, tetapi juga aroma, tekstur dan rasa rum putih jauh lebih ringan daripada rum hitam.

Terlepas dari jenisnya, Anda dapat menggunakan rum putih dan hitam untuk memasak. Baik itu bahan untuk kue, es krim atau koktail.
Ingat, perhatikan porsinya!

Karena rum adalah sejenis minuman beralkohol, Anda harus mengkonsumsinya dengan bijak. Apalagi saat rum digunakan sebagai campuran dalam pengolahan makanan.

Seperti minuman beralkohol lainnya, rum bisa berbahaya jika Anda makan terlalu banyak. Beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi jika Anda minum terlalu banyak minuman beralkohol seperti rum adalah:

Masalah perut dan sistem pencernaan
Kerusakan hati dan ginjal
Kerusakan pada sistem saraf pusat
kerusakan jantung
kanker.

Rum adalah minuman beralkohol yang terbuat dari tebu dan tetes tebu yang difermentasi. Kandungan mol mol diperoleh dari gula tebu yang mengandung sukrosa. Rum itu sendiri adalah salah satu minuman tradisional Karibia, yang sekarang banyak diproduksi dan dikonsumsi di seluruh dunia.

Rum digunakan dalam berbagai makanan dan minuman, misalnya dalam koktail atau makanan penutup seperti es krim dan kue. Rum dianggap pusing bila dikonsumsi berlebihan. Tetapi rum ini memiliki manfaat gizi / manfaat untuk kesehatan manusia.

Rum ini memiliki 230 kalori per 100 gram konsumsi. Selanjutnya, rum sebenarnya tidak memiliki banyak lemak. Energi yang terkandung dalam rum berasal dari kandungan alkoholnya.
Manfaat rum

1. Rum memiliki umur panjang

Jika Anda minum rum dalam jumlah yang tepat, masa hidup dapat diperpanjang 2-5 tahun.

2. Mencegah serangan jantung

Mencegah penyakit arteri perifer (penyempitan pembuluh darah atau sirkulasi darah). Konsumsi rum dapat membantu mengatasi dan membatasi penyumbatan di arteri tubuh manusia. Rum ini bertindak sebagai pengencer darah dan juga dapat mencegah serangan jantung.

3. Rum melawan rasa sakit otot

Mengkonsumsi rum yang cukup dapat meringankan klaudikasio sementara, juga dikenal sebagai nyeri otot. Selain itu, rum dapat mencegah osteoporosis, karena kandungan rum berkontribusi untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang.

4. Mencegah masuk angin

Sifat antimikroba dari alkohol mendukung efek panas pada tubuh, sehingga cairan dalam hidung, yang menghambat pernapasan, dapat dikurangi dan keluar dari hidung.

Baca Artikel Lainnya:

Kebutuhan ASI Untuk Bayi Yang Baru Lahir

Rumus Kuartil, Desil dan Persentil